Ontologies Acquisition from Relational Databases

Rangkuman jurnal berikutnya diambil dari jurnal berjudul “Ontologies Acquisition from Relational Databases” dengan para pernulisnya berasal dari Liaocheng University, Cina.

Ontologi memainkan peran penting dalam memecahkan masalah heterogenitas semantik dari sumber data yang heterogen. Akuisisi ontologi dari database relasional merupakan salah satu teknologi yang paling mendasar di bidang integrasi informasi. Akuisisi ontologi dari database relasional (OARDB) dan  aturan transformasi yang digunakan, disajikan dan dibahas disini. Jurnal ini juga memberikan teknologi kunci serta model yang digunakan.

Semoga bermanfaat! 🙂

Rangkuman Jurnal “Business Process Reengineering Implementation- Developing a Causal Model of Critical Success Factors”

Berikut merupakan rangkuman dari jurnal “Business Process Reengineering Implementation- Developing a Causal Model of Critical Success Factors” dalam bahasa Indonesia.

Business Process Reengineering atau Rekayasa Ulang Proses Bisnis (BPR) telah menjadi alat manajerial yang populer untuk menangani perubahan teknologi dan bisnis yang dramatis pada lingkungan kompetitif saat ini. BPR membantu organisasi untuk membuang proses kuno untuk mencapai kesuksesan baru. Namun implementasi BPR merupakan tugas yang sulit. Literatur menunjukkan bahwa banyak organisasi gagal untuk mencapai hasil yang diharapkan. Penelitian ini mencoba untuk berkonsentrasi kepada subjek. Melalui kajian komprehensif dari literatur, critical success factors atau faktor penentu keberhasilan (CSF) yang mempengaruhi keberhasilan program BPR akan diidentifikasi disini. Kemudian dengan menggunakan metodologi DEMATEL, CSF dan hubungan sebab akibat diantara mereka akan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “komitmen pimpinan manajemen”, “infrastruktur IT”, “pelatihan” dan “sumber daya keuangan yang memadai” adalah faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan proyek BPR.

Apakah Mekanisme Reputasi E-commerce Penting?

Nah kalau yang ini merupakan kesimpulan untuk tugas ketiga saya yang diperoleh dari jurnal internasional dengan judul “Does E-commerce Reputation Mechanism Matter?

Jurnal ini menjelaskan tentang sebuah penelitian pada platform online shopping di China yang bernama Taobao.com. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara reputasi penjual dengan penjualannya. Berdasarkan perhitungan menggunakan statistik, jika tingkat reputasi lebih rendah dari 6, penjualan akan menurun ketika tingkat reputasi naik. Jika tingkat reputasi melebihi 6, penjualan akan meningkat ketika tingkat reputasi naik.

Sekian dan terimakasih 😉

Faktor Keberhasilan Kritis dalam Implementasi ERP: Sebuah Tinjauan

mindmap

Kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor dalam pengimplementasian ERP atau Enterprise Resource Planning. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendukung pengimplementasian sistem ERP:

1.Dukungan manajemen atas

2.Rencana bisnis dan visi

3.Proses bisnis rekayasa ulang

4.Manajemen dan pemenang proyek

5.Kerja kelompok dan komposisi

6.Pemilihan sistem ERP

7.Keterlibatan pengguna

8.Pendidikan dan pelatihan software ERP

Demikianlah faktor-faktor yang dapat menyukseskan implementasi ERP dalam sebuah organisasi. Semoga bermanfaat!

Sumber: CRITICAL SUCCESS FACTORS IN ERP IMPLEMENTATION: A REVIEW oleh Khaled Al-Fawaz, Zahran Al-Salti, dan Tillal Eldabi

Peran Sistem Informasi Manajemen (MIS) dan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) untuk Proses Pengambilan Keputusan Manajer

Selamat siang! Saya Puteri Prameswari, mahasiswi Teknik Industri Universitas Indonesia. Saat ini saya tengah berada di semester 6 dan sedang mengambil mata kuliah Sistem Informasi. Ini merupakan kali pertama saya menggunakan blog untuk keperluan akademis. Berikut ini merupakan review dari tugas pertama saya yang saya peroleh dari jurnal dengan judul:

The Role of Management Information System (MIS) and Decision Support System (DSS) for Manager’s Decision Making Process

Apa sih perbedaan MIS dengan DSS? 

Berikut ini merupakan penjelasannya:

  • Management Information System atau MIS berfungsi untuk mengidentifikasi masalah dan membantu manajemen untuk memahami dan membuat keputusan yang sesuai.
  • Namun MIS tidak ditujukan untuk membantu kebutuhan tertentu dan spesifik individu / kelompok pengambilan keputusan.
  • DSS dirancang untuk kebutuhan spesifik individu dan kelompok manajer.
  • DSS memiliki peran lebih dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dari MIS.

Semoga bermanfaat dan happy reading!